0

Melacak IP Address Pengirim Email

Selasa, 09 Oktober 2012



Sering kali kita menerima pesan yang masuk ke alamat email bahkan pesan yang berupa SPAM (Pesan yang di anggap Sampah biasanya berupa Iklan).Berikut merupakan Tips untuk mengetahui IP address dari manakah asal pengirim email:Yahoo Mail. 1. Login ke account email anda ( http://mail.yahoo.com/ ). 2. Masuk ke inbox dan buka salah satu email yang ingin anda lihat. 3. Pada pojok kanan bawah cari menu tulisan “Full Headers” dan klik tulisan tersebut. 4. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain.
Gmail / Google Mail. 1. Login ke account email anda ( http://gmail.com/ ). 2. Masuk ke inbox 3. Buka salah satu email yang ingin anda lihat, 4. Lihat kanan di bagian atas ada pilihan Reply, terus disamping tulisan Reply ada tanda panah ke bawah, klik tanda panah tersebut dan pilih Show Original. 5. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain.
Hotmail. 1. Login ke account email anda ( http://hotmail.com/ ). 2. Buka salah satu email yang ingin anda lihat 3. Klik kanan email tersebut dan pilih View Source. 4. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain.
Outlook Express. 1. Buka program Outlook Express dan login ke email anda. 2. Klik kanan pada salah satu email yang ingin anda lihat. 3. Klik menu Properties. 4. Klik tab Detail. 5. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain.
Microsoft Outlook. 1. Buka program Outlook Express dan login ke email anda. 2. Klik kanan pada salah satu email yang ingin anda lihat dan pilih Options 3. Maka anda bisa mengetahui ip address pengirim email dan info detail yang lain.
Warning!!! Anda Boleh Mengcopy Artikel Ini asal Mencantumkan Sumber Originalnya : http://devit1104.blogspot.com/



0

5 Software Untuk Mengecek Kecepatan USB

Rabu, 03 Oktober 2012


bagaimana kita memeriksa kecepatan USB flash drive?Mungkin tidak ada salahnya Mencoba Software berikut.Silahkan Langsung di Download di Situs Resminya...^_^ :
1)
Check Flash
Perangkat lunak ini tidak memperbaiki masalah, tetapi hanya memberikan Laporan saja.
Periksa Flash v1.07 berukuran 812KB langsung dieksekusi dan tidak memerlukan instalasi.
2)HD Speed
HD_Speed adalah pint berukuran perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengukur kecepatan transfer data pada hard disk, CD / DVD ROMS dan USB flash drive. Program ini kompatibel dengan Windows 2000, XP dan Vista saja, mendukung FAT dan NTFS volumes.
Berukuran 80 KB yang tidak memerlukan instalasi dan berjalan dengan satu klik.

3) 
Crystal Disk Mark
Kecepatan hasil tes yang ditampilkan sebagai besar numerik dalam MB / Berukuran 396KB perangkat lunak dijalankan sebagai standalone dieksekusi langsung dan kompatibel dengan Windows Vista/2003/XP.

4) 
Flash Memory Toolkit
versi gratis standar hanya memberikan kita kemampuan untuk menilai Baca kecepatan. Untuk menghitung baik membaca / menulis kecepatan satu telah meng-upgrade ke versi Pro. kemampuan untuk mengukur kecepatan membaca bersama-sama dengan file Benchmark fitur (yang menghitung waktu yang diperlukan untuk membaca atau menulis file-file dari berbagai ukuran untuk perangkat dan sebagai hasil perbandingan grafik).
Berukuran 766KB (v1.20) installable pada Windows 2000, XP, XP 64-bit, Vista dan Server 2003.

5)HD Tune
Utilitas yang berguna karena telah memberikan kita banyak informasi seperti pembandingan maksimum, minimum dan rata-rata harga transfer (yaitu kecepatan membaca) bersama dengan waktu akses, burst Tarif (didefinisikan sebagai tingkat kecepatan data yang dapat ditransfer dari suatu OS). HD Tune v2.55 tersedia untuk Windows 2000, Windows XP, Windows 2003 Server dan Windows Vista.

Warning!!!
Anda Boleh Mengcopy Artikel Ini asal Mencantumkan Sumber Originalnya :
http://devit1104.blogspot.com/


0

Arti dari Nama Software/Hardware Komputer dan Teknologi


Kita sebagai pengguna Komputer mungkin sering kali tidak menyadari mengapa suatu software maupun Hardware di berikan nama Yang Unik.Berikut merupakan Arti dari sebuah nama Software maupun Hardware yang saya ketahui.
1) Microsoft
Didirikan oleh Bill Gates, Microsoft merupakan singkatan dari MICROcomputer SOFTware. Awalnya penulisan asli Microsoft adalah Micro-Soft, tapi kemudian dirubah menjadi Microsoft.

2) Yahoo
Kata Yahoo diambil dari cerita Jonathan Swift dalam bukunya “Gulliver’s Travels” yang menggambarkan seseorang yang repulsive dalam penampilan dan aksinya. Jerry Yang dan David Filo, sebagai pendiri Yahoo, mengambil nama tersebut karena merasa bahwa mereka adalah Yahooligans

3) Sony
Aslinya berasal dari bahasa Latin “sonus” yang berarti Sound.

4) Intel
Tadinya akan diberi nama “Moore Noyce” sesuai dengan nama pendirinya yaitu Bob Noyce dan Gordon Moore, tapi karena “Moore Noyce” sudah menjadi trademark sebuah hotel, maka kemudian diberi nama Intel yang berupakan singkatan dari INTegrated ELectronics.

5) Hewlett Packard (HP)
Sesuai dengan nama pendirinya yaitu Bill Hewlett dan Dave Packard

6) Corel
Nama ini berasal dari nama pendirinya juga yaitu Dr. Michael Cowpland. Merupakan singkatan dari COwpland REsearch Laboratory

7) Adobe
Diambil dari nama sebuah sungai Adobe Creek, yang mengalir tepat di belakang rumah sang pendiri Adobe yaitu John Warnock.

8) Cisco
Ini bukan merupakan sebuah singkatan seperti yang selama ini dikenal, tapi merupakan nama pendek dari SanFrancisco

9) Apple Computer
Nama ini diambil dari Apple yang merupakan buah kesukaan Steve Jobs, sang pendiri Apple Computer. 


Warning!!!
Anda Boleh Mengcopy Artikel Ini asal Mencantumkan Sumber Originalnya :
http://devit1104.blogspot.com/


0

cerita Jaka tarub

Senin, 24 September 2012

Jaka tarub
Dahulu kala, di Desa Tarub, tinggal­lah seorang janda bernama Mbok Randa Tarub. Sejak suaminya me­­ninggal dunia, ia mengangkat seorang bo­­­cah laki-laki sebagai anaknya. Setelah dewa­sa, anak itu dipanggilnya Jaka Tarub.
Jaka Tarub anak yang baik. Tangannya ringan melakukan pekerjaan. Setiap hari, ia membantu Mbok Randha mengerjakan sawah ladangnya. Dari hasil sawah ladang itulah mereka hidup. Mbok Randha amat mengasihi Jaka Tarub seperti anaknya sendiri.
Waktu terus berlalu. Jaka Tarub ber­anjak dewasa. Wajahnya tampan, tingkah lakunya pun sopan. Banyak gadis yang men­dambakan untuk menjadi istrinya. Na­mun Jaka Tarub belum ingin beristri. Ia ingin berbakti kepada Mbok Randha yang di­anggap­nya sebagai ibunya sendiri. Ia be­ker­ja se­makin tekun, sehingga hasil sawah ladang­nya melimpah. Mbok Randha yang pe­­murah akan membaginya dengan te­tang­ga­nya yang kekurangan. “Jaka Tarub, Anakku. Mbok lihat kamu sudah de­wasa. Sudah pantas meminang gadis. Lekaslah me­nikah, Simbok ingin menimang cucu,” kata Mbok Randha suatu hari.
“Tarub belum ingin, Mbok,” jawab Jaka Tarub.
“Tapi jika Simbok tiada kelak, siapa yang akan mengurusmu?” tanya Mbok Randha lagi.
“Sudahlah, Mbok. Semoga saja Sim­bok berumur panjang,” jawab Jaka Tarub singkat.
“Hari sudah siang, tetapi Simbok be­lum bangun. Kadingaren …,” gumam Jaka Tarub suatu pagi. “Simbok sakit ya?” tanya Jaka Tarub meraba kening simboknya.
“Iya, Le,” jawab Mbok Randha lemah.
“Badan Simbok panas sekali,” kata Jaka Tarub cemas. Ia segera mencari daun dhadhap serep untuk mengompres simbok­nya. Namun rupanya umur Mbok Randha ha­nya sampai hari itu. Menjelang siang, Mbok Randha menghembuskan napas ter­akhirnya.
Sejak kematian Mbok Randha, Jaka Tarub sering melamun. Kini sawah ladang­nya terbengkalai. “Sia-sia aku bekerja. Un­­tuk siapa hasilnya?” demikian gumam Jaka Tarub.
Suatu malam, Jaka Tarub bermimpi me­makan daging rusa. Saat terbangun dari mimpinya, Jaka Tarub menjadi ber­se­­lera ingin makan daging rusa. Maka pagi itu, Jaka Tarub pergi ke hutan sambil mem­bawa sumpitnya. Ia ingin menyumpit rusa. Hingga siang ia berjalan, namun tak seekor rusa pun dijumpainya. Jangankan rusa, kancil pun tak ada. Padahal Jaka Tarub sudah masuk ke hutan yang jarang diambah manusia. Ia kemudian duduk di bawah pohon dekat telaga melepas lelah. Angin sepoi-sepoi membuatnya tertidur.
Tiba-tiba, sayup-sayup terdengar de­rai tawa perempuan yang bersuka ria. Jaka Tarub tergagap. “Suara orangkah itu?” gu­mamnya. Pandangannya ditujukan ke te­la­­­ga. Di telaga tampak tujuh perempuan can­­tik tengah bermain-main air, bercanda, ber­­suka ria. Jaka Tarub menganga melihat ke­­cantikan mereka. Tak jauh dari telaga, ter­geletak selendang mereka. Tanpa pikir panjang, diambilnya satu selendang, ke­mu­di­­an disembunyikannya.
Nimas, ayo cepat naik ke darat. Hari su­dah sore. Kita harus segera kembali ke kah­yangan,” kata Bidadari tertua. Bidadari yang lain pun naik ke darat. Mereka kem­bali mengenakan selendang masing-masing. Na­­­mun salah satu bidadari itu tak mene­­mu­kan selendangnya.
Keenam kakaknya turut membantu men­­cari, namun hingga senja tak ditemu­kan juga. “Nimas Nawang Wulan, kami tak bi­sa menunggumu lama-lama. Mungkin su­­dah nasibmu tinggal di mayapada,” kata Bidadari tertua. “Kami kembali ke kah­ya­ngan,” tambahnya.
Nawang Wulan menangis sendirian meratapi nasibnya. Saat itulah Jaka Tarub menolongnya. Diajaknya Nawang Wulan pulang ke rumah. Kini hidup Jaka Tarub kembali cerah. Beberapa bulan kemudian, Jaka Tarub menikahi Nawang Wulan. Keduanya hidup berbahagia. Tak lama kemudian Nawang Wulan melahirkan Nawangsih, anak mereka.
Pada suatu hari, Nawang wulan ber­pesan kepada Jaka Tarub, “Kakang, aku sedang memasak nasi. Tolong jagakan apinya, aku hendak ke kali. Tapi jangan dibuka tutup kukusan itu,” pinta Nawang Wu­lan. Sepeninggal istrinya, Jaka Tarub pe­­na­saran dengan larangan istrinya. Ma­ka dibukanya kukusan itu. Setangkai padi tampak berada di dalam kukusan. “Pan­tas padi di lumbung tak pernah habis. Rupa­nya istriku dapat memasak setangkai padi menjadi nasi satu kukusan penuh,” gumam­nya. Saat Nawang Wulan pulang, ia mem­buka tutup kukusan. Setangkai padi ma­sih tergolek di dalamnya. Tahulah ia bahwa suaminya telah membuka kukusan hingga hilanglah kesaktiannya. Sejak saat itu, Na­wang Wulan harus menumbuk dan me­nam­pi beras untuk dimasak, seperti wa­ni­ta umumnya. Karena tumpukan pa­di­­nya terus berkurang, suatu waktu, Na­­wang Wulan menemukan selendang bi­da­­­da­ri­nya terselip di antara tumpukan pa­di. Tahulah ia bahwa suaminyalah yang me­­nyem­bu­nyi­kan selendang itu. Dengan se­ge­ra dipakainya selendang itu dan pergi menemui suaminya.
“Kakang, aku harus kembali ke kah­yangan. Jagalah Nawangsih. Buatkan da­ngau di sekitar rumah. Setiap malam letak­­kan Nawangsih di sana. Aku akan datang me­nyusuinya. Namun Kakang ja­nganlah mendekat,” kata Nawang Wulan, kemu­di­an terbang ke menuju kahyangan.
Jaka Tarub menuruti pesan istrinya. Ia buat dangau di dekat rumahnya. Setiap malam ia memandangi anaknya ber­­­­main-main dengan ibunya. Setelah Na­wang­sih tertidur, Nawang Wulan kem­bali ke kah­ya­ngan. Demikian hal itu ter­jadi berulang-ulang hingga Nawangsih besar. Walaupun de­mikian, Jaka Tarub dan Nawangsih me­­­­­­rasa Na­wang Wulan selalu menjaga me­reka. Di saat ke­duanya mengalami ke­sulit­­an, ban­­tu­­an akan datang tiba-tiba. Ko­non itu ada­lah bantuan dari Nawang Wulan.
Mbok, simbok   :           Bu, ibu.
Kadingaren    :  tumben.
Le, thole        :  panggilan untuk anak lelaki di Jawa.
Diambah        :  dijamah, diinjak.
Nimas            :  adik; panggilan untuk adik perempuan.
Kakangmbok  :  kakak; panggilan untuk kakak perem­puan.
Mayapada      :  bumi.
Kakang          :  kakak; panggilan untuk kakak laki-laki/ untuk suami.
Kali                :  sungai.
Kukusan        :  alat pengukus berbentuk kerucut, ter­­buat dari bambu yang dianyam.
sumber: http://www.ceritarakyat.pustaka78.com/2010/08/jaka-tarub.html

Diberdayakan oleh Blogger.